Jumat, 25 Mei 2012

Karena Tegas dan Adil adalah Pilihan Hidup

Assalamualaikum, teman-teman, pernahkah mengalami suatu keadaan dimana kita harus memutuskan sesuatu keputusan yang berat dan tidak kita sukai? Pernahkah mengalami saat dimana kita harus tegas atas sesuatu, tetapi khawatir melukai orang lain?

Atau mungkin, ada saatnya kita merasa akan lebih baik bila kita bisa memutuskan tanpa harus mengacu pada hukum yang ada.

Memilih itu memang terkadang berat. Apalagi memilih berbuat kebaikan yang kelihatannya tidak sesuai dengan kata hati kita. Contohnya adalah ketika kita dituntut untuk memutuskan sesuatu yang tegas dan adil sekaligus.

 Tegas yang kadang disalah artikan oleh orang lain sebagai tindakan yang kejam, dan adil yang masih banyak dipahami dengan sudut pandang yang salah. Dua hal ini sama-sama sulit dilakukan. Butuh kemampuan, butuh keberanian, butuh pendirian.

Senin, 21 Mei 2012

Puasa di Bulan Rajab

Sudah tak terasa kita  akan meniti hidup di bulan Rajab, artinya 2 bulan lagi menemui Bulan yang fitrah, bulan Ramadhan.

Bulan Rajab adalah bulan ke tujuh dari bulan hijriah (penanggalan  Arab dan Islam). Peristiwa Isra Mi’raj  Nabi Muhammad  shalallah ‘alaih wasallamuntuk menerima perintah salat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram atau muharram yang artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat  bulan haram, ketiganya secara berurutan  adalah: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri,  Rajab.

Selasa, 15 Mei 2012

by : Anonymous

Rabu, 02 Mei 2012

Tanda - tanda Matinya Hati


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Muhammmad Arifin Ilham

Hati adalah tempat berkumpulnya berbagai perasaan: tumbuh kembang antara kebaikan dan keburukan. Hati juga menjadi sumber ilham dan permasalahan: tempat lahirnya cinta dan kebencian, serta muara bagi keimanan dan kekufuran.

Hati juga sumber kebahagiaan jika sang pemiliknya mampu membersihkan berbagai kotorannya yang berserakan, namun sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika sang empunya gemar mengotorinya.

Usaha Si Pedagang Bakso


Ketika itu seorang bapak yang sedang bersama anak-anaknya bersenda gurau pada kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Rintik-rintik hujan dan suasana yang dingin membuat rasa lapar menyergap perut-perut mereka. Tek.....tek....bakso.....bakso.... kebetulan pula abang tukang bakso lewat ketika itu, mereka pun memanggil sang abang dengan semangatnya dan segera memesan sesuai dengan jumlah orang yang ada.



Tak sampai sepuluh menit, mereka telah menghabiskan semangkok bakso panas yang tentu saja nikmat, apalagi dengan suasana yang begitu dingin. Sang bapak pun segera menghampiri tukang bakso untuk memberikan uang.


Ketika memberikan uang kepada tukang bakso tersebut, tampaklah wajah sang abang bakso yang berumur dan tampak kerutan-kerutan memenuhi wajahnya yang sudah tua. Bapak itu terheran-heran ketika melihat abang bakso itu memasukkan uangnya ke dalam tiga kaleng berbeda. Karena penasaran, bapak itu pun bertanya,”Kok, bapak aneh sih, kenapa uangnya pake dipisah-pisah segala pak?”