Rabu, 27 Agustus 2014

Masa lalu takkan bisa diulang

Pada suatu ketika, Rasulullah melayat ke rumah salah seorang sahabat yang dikenal sebagai orang yang saleh. Beliau menanyakan kepada isteri sahabat itu, apakah suaminya meninggalkan wasiat kepadanya untuk dilaksanakan.

Sang isteri mengatakan: “Entahlah ya Rasulullah… apakah itu sebuah wasiat. Saya tidak memahami karena dia hanya mengulang-ulang tiga kalimat pada saat-saat terakhirnya.”

“Kalimat apa yang kau maksud? ” tanya Rasulullah.

“Begini ya Rasul : Seandainya lebih panjang… Seandainya yang baru… Seandainya semuanya… begitu berulang-ulang,” jawab sang isteri sahabat.

Rasulullah tersenyum. Beliau pun menjelaskan, maksudnya kepada isteri sahabat itu. Tiga kalimat itu adalah ungkapan sang sahabat, karena menyesali masa lalunya.

::::.. Masa lalu yang dimaksud adalah ketika suatu kali dia hendak pergi Salat Jumat ke mesjid, di tengah jalan dia mendapati seorang yang buta, yang hendak menuju ke mesjid pula. Dia pun menuntun si buta hingga tiba di mesjid. Saat sakaratul maut, Allah menunjukkan gambaran pahalanya akan perbuatan baik itu. Dan sang sahabat begitu menyesal karena sebenarnya dia bisa menggapai pahala yang lebih banyak lagi. Maka dia pun berkata: “Seandainya lebih panjang (jalan menuju mesjid yang dilalui dengan si buta…)”

::::.. Lalu, kejadian kedua, suatu kali dalam perjalanan ke mesjid saat akan melaksanakan Salat Subuh, di tengah jalan sang sahabat melihat orang yang kedinginan. Kebetulan saat itu dia membawa baju hangatnya yang baru, selain mengenakan baju hangatnya yang lama. Serta merta dia pun melepas baju hangat yang melekat di badannya, untuk diberikan kepada orang yang kedinginan itu. Dan dia sendiri mengenakan baju hangatnya yang baru. Ketika sakaratul maut, Allah menunjukkan kepadanya gambaran akan indahnya balasan yang diberikan untuk perbuatan baiknya. Maka sahabat itu pun menyesal, karena dia hanya memberikan baju bekas yang sudah dipakainya. Maka dia pun berkata: “Seandainya yang baru…”

::::.. Kejadian ketiga adalah saat suatu malam, isteri sahabat menyiapkan makan malam berupa sepotong roti yang dilapisi mentega. Ketika hendak memakan roti itu, tiba-tiba datang musafir yang kelaparan mengetuk pintu rumahnya. Kemudian sang sahabat memberikan setengah rotinya kepada si musafir. Saat sakaratul maut, Allah memperlihatkan balasan akan kebaikan itu. Dan sang sahabat menyesal, karena dia hanya memberikan setengah, bukan semua rotinya. Bila semua diberikan, maka balasan dari Allah pastilah lebih indah lagi. Makanya dia berkata: “Seandainya semuanya…”

Ma syaa Allah,

Masa lalu tidak akan bisa kita ulang kembali. Orang yang gemar berbuat baik saja menyesal, mengapa tidak melakukan yang lebih baik lagi. Bagaimana dengan orang yang tidak gemar berbuat baik? Betapa penyesalan akan dirasakan lebih besar lagi. Bagaimana pula dengan kita? Well… agar tidak menyesal, yuk kita lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan

Kepengurusan Rohis Al-Ghuffran 2013-2014

Assalamu'alaikum Akhi, Ukti.

Setelah hampir satu tahun blog ini vakum, in syaa Allah kami akan mulai aktif kembali mulai hari ini.

Kami akan terus berusaha menyediakan artikel artikel islami yang membangun bagi kita semua

Sebelumnya,
Berikut adalah data kepengurusan Rohis Al-Ghufran Smanti periode 2013-2014

Ketua Umum: Alfin Hidayat

Koor Ikhwan: Miftah Ul Haq
Koor Akhwat: Purina Q.

Sekretaris: Nabila Maularizka
Bendahara Nabila Atsari

Infokom
Koor: Chandra Adiwijaya
WaKoor: Syifa Maulidia

Danus
Koor: Nadiah Chalisya
Wakoor: Maryam Hanifah M.

K4
Koor: Yusuf Alrasyid
Wakoor: Denny P Tjandra

TI
Koor: Fadhlurahman Fajri R.
Wakoor: Fadhilah Ramadhannisa

Syiar
Koor: Asiah Nur Salamah
Wakoor: Maulida Laviena

Katakan ya, untuk...

Katakan Ya, untuk..
Senyum indah yg dapat membangkitkan cinta dan memberikan kasih sayang kepada org lain
Kata-kata baik yg dapat membangun persahabatan sejati dan menjauhkan rasa dengki
Sedekah yg membahagiakan org miskin, menyenangkan org fakir, dan mengenyangkan org lapar
Pertemuan membaca, men-tadabburi, mengamalkan Al-Quran, serta bertaubah dan istigfar
----
Kesopanan dan hijab yg diperintahkan Allah. Itulah cara menjaga dan memelihara diri
Persahabatan dengan wanita baik-baik yg takut kpd Allah, mencintai agama, dan menghormati nilai-nilai luhur
Sikap berbakti ibu dan bapak, silaturrahmi, memuliakan tetangga, dan merawat anak yatim
Kebiasaan membaca buku yg bermanfaat, menelaan buku yg mengandung kebaikan, dan bermutu

Berhati-hatilah...

Yg paling dekat : kematian
Yg paling jauh : masa lalu
Yg paling besar : hawa nafsu
Yg paling tajam : lidah
Yg paling berat : menjalankan amanah
Yg paling ringan : meringankan shalat
-Sabiq bilhaq-

11 Golongan Orang Yang Didoakan Malaikat

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci."Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci."
 (HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar).

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat."Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya: Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia." (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469).

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah."Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat(berdo'a) kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan." (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib).

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf)."Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf." (Para Imam, yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah).

5. Para malaikat mengucapkan 'aamiin' ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah."Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." (HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782).

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat."Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata: Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106).

7. Orang-orang yang melakukan shalat Shubuh dan 'Ashar secara berjama'ah."Para malaikat berkumpul pada saat shalat Shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'Ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'Ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?, mereka menjawab: Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140).

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan." (HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733).

9. Orang-orang yang berinfak."Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah  orang yang pelit." (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010).

10. Orang yang sedang makan sahur."Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur. Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa sunnah." (HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar).

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit."Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya, kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya.

(Ust. Agung Cahyadi, MA)