Senin, 25 Juli 2011

TNT di MOPD Smanti

Assalamualaikum Ukhti, Akhi :D
hari Kamis kemarin liat display ekskul di Smanti dari awal sampe akhir ga? penampilan kedua ada apa hayo? yap, benar! ada penampilan nasyid dari TNT ( Tim Nasyid Tiga) dari Rohis Al-Ghuffran. untuk pertama kalinya nih Rohis ngirim nasyid buat display hehe

 

   latihan terakhir   

berdoa bersama dulu sebelum tampil. semua ikut plus Teguh yang ga tampil, dan manager-nya  

   ini dia tim batik biru alias TNT 

mau tau siapa aja personilnya? yuk kita kenalan sama semua anggota TNT satu-persatu. 

satu, Rasyid Ridho    
bisa dibilang kaptennya. spesialisasinya di bagian Bass. 

dua, Isfari Dinika   
  ini dia Lead Vocal-nya  

  tiga, Ayi Prayudha 
  
  bagian backsound bariton/falset 

empat, Muhammad Naufal Azhar   
  
  posisi backsound bariton/perkusi 

lima, Muhammad Teguh    
bagiannya vocal 2/backsound bariton  

enam, Naufal Rakha Pratama
     backsound bass 

tujuh, Syahrul Shiddiq  
   backsound tenor 

gimana penampilan mereka kemarin? hehe  
sampe detik ini udah ada 4 orang anak kelas 10 yang daftar mau jadi tim nasyid loh. kalo ada yang tertarik mau ikut boleh hubungi manajer TNT di 083811041594. gabung yuk!

Minggu, 17 Juli 2011

Welcome to Rohis Al-Ghuffran :D

Assalamualaikum Ukhti, Akhi :D

apa kabar nih aa teteh kelas 11 dan 12? gimana liburannya? hehe
oh iya ada adik-adik kelas 10 baru nih di Smanti ya? selamat yaa buat adik-adik yang udah resmi jadi Smantiers. kalian bakal ngerasain indahnya sekolah di Smanti, dijamin seru deh! :)

(klik gambar untuk memperbesar)

kami dari Rohis Al-ghuffran SMA Negeri 3 Bogor mengundang adik-adik untuk ikut bergabung bersama kami di Rohis. ga cuma kelas 10 aja yang boleh jadi anggota baru Rohis, kelas 11 juga boleh kok, gabung aja :D kita bakal ketemu nanti di hari Jumat, 22 Juli 2011.

apa aja yang bisa kita dapat kalo jadi anak Rohis? wah banyak! next post yaaa :D
sekali lagi selamat buat adik-adik kelas 10. selamat bergabung, selamat yaaa kalian udah jadi bagian dari sekolah kita tercinta hehe

Rabu, 06 April 2011

Tentang Sebuah Kritikan

Sang Pencipta Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi Rezeki, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang kafir dan tak berakal. Maka apalagi kita sebagai manusia yang sering kali terpeleset dalam jurang jurang kesalahan. Dalam hidup ini, sudah tentu kita pernah menerima yang namanya kritik, entah itu kritik yang membangun atau hanya sekedar menjatuhkan saja. Jangankan kita yang seorang manusia biasa, para Nabi dan Rasul pun pernah mendapatkan kritikan, dan hinaan dari kaum kafir. So, jangan pernah takut dan menyerah hanya karena sebuah kritikan.  Apalagi jika anda adalah seseorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi, dan berusaha membangun maka sudah pasti anda akan selalu mendapat kritikan-kritikan pedas dan pahit, bahkan mungkin anda sering kali mendapat cemoohan dan hinaan dari orang lain. Mereka tidak akan pernah berhenti mengkritik anda, mengapa? karena di mata mereka, anda adalah orang berdosa yang tak terampuni sampai anda melepaskan semua karunia dan nikmat Allah SWT pada diri anda, atau sampai anda meninggalkan semua sifat terpuji dan nilai-nilai luhur yang selama ini anda pegang teguh.

Jika anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan mereka, berarti anda telah meluluskan keinginan mereka untuk mengotori dan mencemarkan kehidupan anda! Padahal yang terbaik adalah menjawab dan merespon kritikan mereka dengan akhlak yang baik. Acuhkan saja mereka, dan jangan pernah merasa tertekan oleh setiap upadaya mereka untuk menjatuhkan anda! Sebab kritikan mereka itu pada hakikatnya adalah ungkapan penghormatan untuk anda, yakni semakin tinggi derajat dan kedudukan anda, maka semakin pedas pula kritikan itu. Betapapun anda berusaha, anda tak akan pernah bisa membungkam mulut mereka dan menahan gerakan lidah, yang dapat anda lakukan sekarang adalah berusaha untuk tetap menjadi diri anda yang berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang baik dan terpuji yang memang selama ini sudah tertanam dalam diri anda! Jika anda mulai terpengaruh oleh kritikan mereka, ingatlah perintah Allah dalam Surat Ali Imran ayat 119, yang artinya: {Katakanlah (kepada mereka):"Matilah kamu karena kemarahanmu."} Bahkan, anda juga dapat menyumpal mulut mereka dengan 'potongan-potongan daging' agar diam seribu bahasa dengan cara memperbanyak keutamaan, memperbaiki akhlak, dan meluruskan setiap kesalahan anda. Tetapi jika anda ingin diterima oleh semua pihak, dicintai oleh semua orang, dan terhindar dari cela dan cemooh, berarti anda telah menginginkan sesuatu hal yang mustahil terjadi dan mengangankan sesuatu hal yang terlalu jauh dan sulit untuk digapai atau lebih tepatnya, tak mungkin untuk diwujudkan.

Percayalah, sikap terpuji dan kesabaran anda sekarang suatu hari pasti akan membuahkan hasil yg baik, serta memudahkan anda dalam menghadapi lika-liku hidup ini!

Sumber : Penerbit

Muhasabah Harian Setiap Muslim

Asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Sudah sepantasnya kita sebagai seorang muslim melakukan muhasabah setiap hari dengan niat untuk terus memperbaiki diri. Dengan berbagai dosa-dosa kita, baik yang kecil maupun yang besar yang selalu mengiringi langkah kehidupan kita, apalagi di jaman fitnah yang membuat seseorang lebih sulit lagi untuk bisa terhindar dari dosa. So, marilah kita bersama-sama melakukan muhasabah harian dengan baik dan rutin.
Berikut ini ada 36 pertanyaan yang bisa kita jadikan bahan untuk muhasabah harian, silahkan dijawab dengan sejujur-jujurnya karena tidak akan ada yang jadi penilai selain diri anda dan Allah SWT. Semoga bermanfaat. amin...
1. Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)
2. Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)
3. Apakah anda hari ini membaca Al-Qur?an?
4. Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?
5. Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib?
6. Apakah anda hari ini khusyu dalam shalat, menghayati apa yang anda baca?
7. Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur?
8. Apakah anda hari ini mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?
9. Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak 3 kali agar dimasukkan ke dalam syurga?
10. Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah sebanyak 3 kali agar diselamatkan dari api neraka? Karena: “Barang siapa yang memohon syurga kepada Allah sebanyak 3 kali, Syurga berkata, “Wahai Allah! Masukkanlah ia ke dalam syurga”, dan barang siapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak 3 kali, Neraka berkata, “Wahai Allah! Selamatkan ia dari api neraka”.” (Shahih Al-Jami No. 6151 Jilid 6)
11. Apakah anda hari ini membaca hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam?
12. Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?
13. Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?
14. Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?
15. Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?
16. Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah anda perbuat?
17. Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid? Karena Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya.” (HR. Muslim)
18. Apakah anda telah berdoa kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda di atas agama-Nya?
19. Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdoa kepada Allah di waktu-waktu yang mustajab?
20.Apakah anda telah membeli buku-buku islam untuk memahami islam? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang diikuti oleh para sahabat Nabi, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar).
21. Apakah anda memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena dengan mendoakan mereka anda mendapat kebaikan pula. (Shahih Al-Jami? No. 5902)
22. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat Islam?
23. Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?
24. Apakah hari ini anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan?
25. Apakah anda dapat menahan amarah yang disebabkan karena urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah semata?
26. Apakah anda telah berusaha untuk selalu menjauhkan diri dari sikap sombong dan membanggakan diri?
27. Apakah anda telah mengunjungi saudara saudara seiman dan seagama (ikhlas karena Allah semata)?
28. Apakah anda telah berdakwah untuk keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang yang ada hubungannya dengan diri anda?
29. Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?
30. Apakah anda selalu mengucapkan “Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raajiuun yg artinya Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya” jika anda mendapat musibah dari Allah? Karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah masing-masing kalian melakukan istirja? (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raajiuun) pada setiap hal meskipun ketika tali sandalnya putus karena hal itu termasuk musibah.” (Hadits hasan, lihat Shahih Al-Kalimut Thayyib No. 140)
31. Apakah anda hari ini mengucapkan doa: “Allahumma Innii Auudzubika an Usyrikabika wa Anaa Alam wa Astaghfiruka Limaa laa Alam yg artinya Ya allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui dan aku memohon ampunan-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui.” (Shahih Al-Jami No. 3625). Barang siapa yang mengucapkannya maka Allah akan menjauhkan darinya dari syirik besar dan syirik kecil.
32. Apakah anda selalu berbuat baik kepada tetangga?
33. Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?
34. Apakah anda telah membersihkan lisan anda dari perkataan dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata yang tidak ada manfaatnya?
35. Apakah anda selalu takut kepada Allah dalam hal penghasilan, makanan, minuman dan pakaian?
36. Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan?


“Akhi muslim, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan nyata, agar engkau mendapat ridla Allah dan menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat, Insya Allah.”


Sumber : Penerbit

Minggu, 27 Maret 2011

Mengukir Kehidupan



Seorang pemuda mengambil pensil baru dari kotaknya. "Ada 5 hal yang perlu kau ketahui sebelum aku memakaimu di dunia luar," katanya kepada pensil tersebut.
"Satu, kamu akan mampu melakukan hal-hal besar, tapi hanya jika kamu ikhlas berada di sang pemilik."
"Dua, kamu akan mengalami penajaman yang menyakitkan dari waktu ke waktu, tapi kamu akan membutuhkannya untuk menjadi pensil yang lebih baik."
"Tiga, nanti kamu akan dapat memperbaiki setiap kesalahan yang mungkin kamu buat."
"Empat, hal yang paling penting dari kamu bukanlah sisi luarmu, akan tetapi adalah apa yang selalu ada di dalammu."
"Dan lima, di setiap permukaan yang kamu gunakan, kamu harus meninggalkan jejakmu. Apapun kondisinya, kamu harus terus menulis."
Pensil itu pun mengerti dan berjanji untuk mengingatnya


Berpikirlah bahwa kita dapat melakukan hal-hal yang besar dan ikhlas di jalan Allah, kita memiliki kelebihan dan kitalah yang dapat memenuhi tujuan yang ingin kita capai. Cobaan yang perih dan menyakitkan yang mendatangimu adalah untukmu agar dapat menjadi hamba-Nya yang lebih baik. Memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah kau perbuat dalam hidup bukanlah hal yang buruk bagimu.

Jangan pernah berkecil hati dan berpikir bahwa hidup kita tidak penting dan tidak bisa melakukan perubahan. Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dengan derajat yang seimbang.

Sumber : Penerbit

Ancaman Memutus Silaturrahmi

Bisillahirrahamnnirrahim...
Assalammu'alaikum Wr. Wb.

teman2, lagi dapet artikel nih. semoga bermanfaat ya.
sumber: kaskus

Pertama, silaturahmi merupakan sebagian dari konsekuensi iman dan tanda-tandanya.
Dari Abu Hurairah ra oa berkata, Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”. (HR Bukhori dan Muslim)

Kedua, silaturahmi adalah penyebab bertambah umur dan luas rizqi.
Dari Abu Hurairah t ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:“Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR Bukhori dan Muslim)

Ketiga, silaturahmi menyebabkan adanya hubungan Allah swt bagi orang yang menyambungnya.
“Sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk, hingga apabila Dia swt selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan.’ Dia swt berfirman: ‘Benar, apakah engkau ridha bahwa Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau? Ia menjawab, ‘Bahkan.’ Dia I berfirman, ‘Itulah untukmu.’

Keempat, akan selalu berhubungan dengan Allah swt.
Dari Aisyah ra berkata, Rosulullah saw bersabda, “Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kelima, silaturahmi merupakan salah satu penyebab utama masuk surga dan jauh dari neraka.
Dari Abu Ayyub al-Anshari ra, sesungguhnya seorang laki-laki berkata: “Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka. Maka Nabi saw bersabda : “Engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keenam, silaturahmi merupakan ketaatan kepada Allah swt dan ibadah besar, serta petunjuk takutnya hamba kepada Rabb-Nya, sehingga ia menyambung tali silaturahmi tatkala Allah swt menyuruh untuk disambung.
Firman Allah swt : “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra’d :21)

Ketujuh, silaturahim merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt.
Dari seorang laki-laki dari Khos’amm berkata: “Saya mendatangi Rasulullah sawsedangkan beliau sedang bersama salah seorang sahabatnya, aku berkata: kamu mengaku bahwa engkau adalah Rasulullah? Rasulullah saw menjawab: “iya”, aku bertanya: amalan apa yang paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab; “Beriman kepada Allah swt ”, aku bertanya lagi, kemudian apa lagi ? beliau menjawab : “kemudian menyambung silaturahmi”. (HR Abu Ya’la dengan sanan Jayyid)

Kedelapan, sesungguhnya ganjaran silaturahmi lebih besar dari pada memerdekakan budak
Dari Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu ‘anha, bahwasanya dia memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Nabi saw sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata: “Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya: “Apakah sudah engkau lakukan?” Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu.” (HR Bukhori dan Muslim)

Kesembilan, di antara besarnya ganjaran silaturahmi, sesungguhnya sedekah terhadap keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain
Dari Salman bin ‘Amir ra, dari Nabi saw beliau bersabda: “Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (HR Tirmidzi)
Demikian pula dengan hadits Zainab ats-Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas’ud ra, ketika ia pergi dan bertanya kepada Nabi saw: “Apakah boleh dia bersedekah kepada suaminya dan anak-anak yatim yang ada dalam asuhannya? Maka Nabi saw bersabda: “Untuknya dua pahala, pahala kekeluargaan dan pahala sedekah.”(HR Bukhari dan Muslim)



Ancaman Memutus Silaturrahmi
Sebaliknya apabila meninggalkan silaturahmi maka akan mendapatkan ancaman dan akibat yang diperoleh. Di antara ancaman memutuskan silaturahmi adalah :

1. Tidak akan diterima amalnya
Dari Abu Hurairah ra berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya perbuatan anak cucu adam diperlihatkan pada setiap kamis malam jumat, maka tidak akan diterima amalnya orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR Ahmad)

2. Akan terputus hubungannya dengan Allah swt.
Rosulullah saw bersabda : "Dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya,” [HR. Bukhari, dan Muslim].

3. Tidak termasuk golongan yang beriman kepada Allah swt dan hari akherat. Karena salah satu tanda keimanan seseorang adalah senantiasa meghubungkan silaturahmi.

4. Akan dilaknat oleh Allah dan dimasukan kedalam neraka jahanam.
Allah swt berfirman : “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan Mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).“ (QS Ar’Rad : 25)
“Maka Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? mereka Itulah orang-orang yang dila’nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (QS Muhammad 22-23)

5. Tidak masuk surga
Dari Jubair bin Mut?im ra sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, ” Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan.”. Sufyan berkata : “yaitu yang memutus hubungan tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Itulah beberapa keutamaan bagi orang yang melakukan silaturahmi dan ancaman bagi orang yang meninggalkannya


Diambil dari : Link